kabaret ini menghibur dalam acara Dirgahayu RI yang ke-68.
di kp. Baru Kec. Pameungpeuk Garut. dengan Judul "Lurah Linglung" dalam naskah bahasa Sunda. menceritakan perjalanan seorang Lurah desa yang akan berpidato di sebuah kampung. Namun kampung yang beliau datangi bukan Kampung yang di tuju. sehingga pidatonya tida jadi. Memanfaatkan kepolosan anak-anak desa yang minim bakat akting namun tetap menghibur bagi warganya. Alhamdulillah segitu juga udah uyuhan, penting mah aya kadaek :D. Mari kita bikin karya yang lebih bagus untuk Indonesia. hayoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo!!!!! :)
Karena tidak semua yang kita impikan berakhir kenyataan. Selamat datang di dunia canda.!!!
Senin, 09 September 2013
Rabu, 15 Mei 2013
Bersama Mas Koko Tole maestro kroncong
Senang sekali bisa ber foto bersama mestro krontjong.,,mas Koko Tole.
kapan Lita FM bikin acara Kroncong lg ? hahahahaha
kangen masa tua ni hahahahaa
Minggu, 31 Maret 2013
karinding seram
Sabtu, 02 Maret 2013
petualangan
plak tung hahahahhaaa
udeh lama ni kaga nari di stasion toegoe djogja,.
thank buat anak2 ISI djogja.,.
udeh lama ni kaga nari di stasion toegoe djogja,.
thank buat anak2 ISI djogja.,.
Selasa, 25 September 2012
I'm Not A Gangster!!! ....Aku bukan Gengster. eps.1
Perlahan-lahan kuhisap rokok ini. ahh malam
ini cukup dingin, lalu aku teguk sebotol birrr.,. aku duduk ditangga sebuah cafe
terkenal di Bandung yang terasnya menjolor lebar keluar bersama indah
bunga-bunga di dalam fot yang menghiasi pelataran cafe. asap rokok begitu indah saat cahaya bulan mencoba
menebaknya. walaupun sedikit semu sebab terhalang daun-daun pohon yang berada
di halaman Cafe. masih bisa kunikmati malam ini.
aaaawwww,,,, anjing ,,bangsat!!! 3:(
aku dengar teriakan parau dari dalam Cafe.
suaranya amat menakutkan terdengar. seperti suara gadis.
BRrrrakkkk.,.!!!!! >:( Aku tendang dengan keras pintu yang telah
terkunci dari dalam. Lalu aku menghisap rokok filter dalam-dalam dengan posisi
tubuh berdiri sedikit miring. Tidak menegangkan sama sekali.
Aku cabut pistolku dari jaket levis yang telah lusuh
kupakai dan dibagian lengan kanan sudah terdapat sobekan. tapi tak apalah,,
yang pasti masih keren.,.,.,!!! Lantas aku tarik
pelatuknya..,.,??????????????
DOooOooORRRrrrrr,!!!!!!!!!!!!! Pelurunya melesat
------------------> tepat mengenai bagian paha kanan seorang laki-laki bejat. Laki-laki itu terpental
dan menghantam bunga mawar dalam Fot yang berada di atas meja.
pRrrRaakkkk.,.!! semuanya pecah berantakan. Dia
meringis kesakitan.
Sementara gadis itu tertegun melihatku.. tak
percaya bahwa aku telah ada dihadapanya dengan sebuah pistol masih dalam
genggaman., Gadis itu memandangku begitu sanksi.,,
TO be CONTINUE.,..,.!!!!!!!!!!?????????????
Senin, 06 Agustus 2012
Balada Seorang Prajurit – Iwan Abdurahman
Balada Seorang Prajurit – Iwan
Abdurahman
Bangunlah prajurit
Siagakan dirimu
Berlatih tak pernah kenal berhenti
Gembirakan hatimu kobarkan semangatmu
Putus asa jauhkan dari dirimu
Bertempur pantang mundur
Lebih baik hancur lebur
Bila perlu demi tugas rela gugur
Bagi seorang kesatria kehormatan yang utama
Keringat dan darah siap kukorbankan
Gunung-gunung kudaki jurang-jurang kuturuni
Biar siang biar malam tak peduli
Hutan rimba ku arungi sungai-sungai ku sebrangi
Biar hujan biar panas tak peduli
Sungguh jauh dari rumah rasa rindu tak tertahan
Namun tugas bagiku lebih utama
Demi kehormatan bangsa untuk rakyat yang tercinta
Jiwa raga bila perlu ku korbankan
Bangunlah prajurit siagakan dirimu!
Jumat, 29 Juni 2012
Teknik Dasar Memainkan Suling Sunda
1. Cara
Dasar Memainkan Suling
Untuk membunyikan
suling meliputi dua macam cara yaitu:
·
Meniup, dan
·
Menutup lubang ( Tengkepan jari )
i)
Cara Meniup Suling
Secara garis besarnya
cara meniup suling ada tiga macam, yaitu:
-Tiupan lembut untuk menampilkan nada- nada rendah
-Tiupan sedang untuk menampilkan nada – nada sedang,
dan
-Tiupan keras untuk menampilkan nada – nada tinggi.
Adapun dalam istilah bahasa Sunda pola tiupnya yang
disebut:
·
Gebos
·
Lelol
·
Totot
·
Cacagan, dll.
ii) Cara
menutup lubang ( Tengkepan jari )
Untuk suling lubang
enam, diperlukan enam buah jari yaitu, tiga jari tangan kiri ditempatkan di
bagian lubang suling atas, dan tiga jari tangan kanan ditempatkan di bagian
lubang suara bawah. Kalaupun suling luban tujuh dengan tambahan satu lubang di
belakang, biasanya di tengkap dengan menggunakan jempol tangan kiri. Ketiga
jari baik tangan kanan maupun tangan kiri itu adalah: telunjuk, jari tengah dan
jari manis. Keenam digunakan membuka dan menutup seluruh lubang suara suling.
Untuk memperjelas cara tata jari menutup lubang
suling, keenam jari tangan di beri tanda sebagai berikut:
A= Telunjuk kiri,
B= Jari tengah kiri,
C= Jari manis kiri.
a= Telunjuk kanan,
b= Jari tengah kanan,
c= Jari manis kanan.
Sehingga jari – jari
tangan diatas menutup seluruh lubang suara suling tersebut ,seperti berikut:
A
B C
a
b c
Dari tutupan jari –
jari diatas bisa membentuk tangga nada untuk menyusun sebuah lagu, dan
mengiringi lagu dengan laras yang berbeda – beda, itu pun jika tata jari
tersebut telah dikuasai. Adapun dalam istilah bahasa Sunda teknik
ornamentasinya adalah sebagai berikut:
·
Betrik
·
Eureur
·
Leot
·
Puruluk,
Sumber:(dari berbagai sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)





