Selasa, 25 September 2012

I'm Not A Gangster!!! ....Aku bukan Gengster. eps.1

Perlahan-lahan kuhisap rokok ini. ahh malam ini cukup dingin, lalu aku teguk sebotol birrr.,. aku duduk ditangga sebuah cafe terkenal di Bandung yang terasnya menjolor lebar keluar bersama indah bunga-bunga di dalam fot yang menghiasi pelataran cafe. asap rokok begitu indah saat cahaya bulan mencoba menebaknya. walaupun sedikit semu sebab terhalang daun-daun pohon yang berada di halaman Cafe. masih bisa kunikmati malam ini. 

aaaawwww,,,, anjing ,,bangsat!!! 3:( 


aku dengar teriakan parau dari dalam Cafe. suaranya amat menakutkan terdengar. seperti suara gadis.
 BRrrrakkkk.,.!!!!!  >:(  Aku tendang dengan keras pintu yang telah terkunci dari dalam. Lalu aku menghisap rokok filter dalam-dalam dengan posisi tubuh berdiri sedikit miring. Tidak menegangkan sama sekali. 
Aku cabut pistolku dari jaket levis yang telah lusuh kupakai dan dibagian lengan kanan sudah terdapat sobekan. tapi tak apalah,, yang pasti masih keren.,.,.,!!!  Lantas aku tarik pelatuknya..,.,??????????????

DOooOooORRRrrrrr,!!!!!!!!!!!!! Pelurunya melesat ------------------> tepat mengenai bagian paha kanan seorang laki-laki bejat. Laki-laki itu terpental dan menghantam bunga mawar dalam Fot yang berada di atas meja. 
pRrrRaakkkk.,.!! semuanya pecah berantakan. Dia meringis kesakitan.
Sementara gadis itu tertegun melihatku.. tak percaya bahwa aku telah ada dihadapanya dengan sebuah pistol masih dalam genggaman., Gadis itu memandangku begitu sanksi.,, 


TO be CONTINUE.,..,.!!!!!!!!!!?????????????

Senin, 06 Agustus 2012

Balada Seorang Prajurit – Iwan Abdurahman


Balada Seorang Prajurit – Iwan Abdurahman

Bangunlah prajurit  Siagakan dirimu
Berlatih tak pernah kenal berhenti
Gembirakan hatimu kobarkan semangatmu
Putus asa jauhkan dari dirimu

Bertempur pantang mundur
Lebih baik hancur lebur
Bila perlu demi tugas rela gugur
Bagi seorang kesatria kehormatan yang utama
Keringat dan darah siap kukorbankan

Gunung-gunung kudaki jurang-jurang kuturuni
Biar siang biar malam tak peduli
Hutan rimba ku arungi sungai-sungai ku sebrangi
Biar hujan biar panas tak peduli

Sungguh jauh dari rumah rasa rindu tak tertahan
Namun tugas bagiku lebih utama
Demi kehormatan bangsa untuk rakyat yang tercinta
Jiwa raga bila perlu ku korbankan

Bangunlah prajurit siagakan dirimu!

Jumat, 29 Juni 2012

Teknik Dasar Memainkan Suling Sunda


1.      Cara Dasar Memainkan Suling
Untuk membunyikan suling meliputi dua macam cara yaitu:
·         Meniup, dan
·         Menutup lubang ( Tengkepan jari )

i)        Cara Meniup Suling
Secara garis besarnya cara meniup suling ada tiga macam, yaitu:
-Tiupan lembut untuk menampilkan nada- nada rendah
-Tiupan sedang untuk menampilkan nada – nada sedang, dan
-Tiupan keras untuk menampilkan nada – nada tinggi.
Adapun dalam istilah bahasa Sunda pola tiupnya yang disebut:
·         Gebos
·         Lelol
·         Totot
·         Cacagan, dll.

ii)      Cara menutup lubang ( Tengkepan jari )
Untuk suling lubang enam, diperlukan enam buah jari yaitu, tiga jari tangan kiri ditempatkan di bagian lubang suling atas, dan tiga jari tangan kanan ditempatkan di bagian lubang suara bawah. Kalaupun suling luban tujuh dengan tambahan satu lubang di belakang, biasanya di tengkap dengan menggunakan jempol tangan kiri. Ketiga jari baik tangan kanan maupun tangan kiri itu adalah: telunjuk, jari tengah dan jari manis. Keenam digunakan membuka dan menutup seluruh lubang suara suling.
Untuk memperjelas cara tata jari menutup lubang suling, keenam jari tangan di beri tanda sebagai berikut:
A= Telunjuk kiri,
B= Jari tengah kiri,
C= Jari manis kiri.

a= Telunjuk kanan,
b= Jari tengah kanan,
c= Jari manis kanan.

Sehingga jari – jari tangan diatas menutup seluruh lubang suara suling tersebut ,seperti berikut:
                                                                 A       B     C
 



                                                                                                  a      b     c  

Dari tutupan jari – jari diatas bisa membentuk tangga nada untuk menyusun sebuah lagu, dan mengiringi lagu dengan laras yang berbeda – beda, itu pun jika tata jari tersebut telah dikuasai. Adapun dalam istilah bahasa Sunda teknik ornamentasinya adalah sebagai berikut:
·         Betrik
·         Eureur
·         Leot
·         Puruluk,


Sumber:(dari berbagai sumber)

Minggu, 20 Mei 2012

BEBERAPA LAGU DAERAH SETEMPAT


Jakarta,
  • ·         Kicir-kicir
  • ·         Ondel-ondel
  • ·         Surilang
  • ·         Keroncong Kemayoran
  • ·         Lancang kuning
Jawa Barat,
  • · Manuk Dadali
  • · Paciwit-ciwit lutung
Jawa Tengah,
  • ·         Paru Layar
  • ·         Tukung-tukung
  • ·         Gambang Suling
  • ·         Gajah-gajah
Sumatera,
  • ·         Alusi au
  • ·         Ayam den Lapeh
  • ·         Injit-injit Semut
  • ·         Gending Sriwijaya
Kalimantan,
  • ·         Paris Berantai
  • ·         Cik-cik Periook
  • ·         Ampar-ampar Pisang
Irian Jaya,
  • ·         Apuse
  • ·         Yamko Rambe Yamko
Sulawesi,
  • ·         O Innani Keke
  • ·         Si Patokaan
  • ·         Esa Mokan
  • ·         Gunung Salahatu
Maluku,
  • ·         Ayo mama
  • ·         Rasa Sayange
  • ·         Saule




Sumber: (dari berbagai sumber)


Minggu, 13 Mei 2012

Cerita Lucu,Dilema

Dilema, ngaku ? nggak?

Hari itu sangat cerah sperti tidak akan ada hujan turun. Tepatnya pukul 13.30 WIB seluruh mata kuliah hari itu beres. Deni keluar dari kampusnya, berniat pulang kerumah saudaranya. Deni adalah salah seorang mahasiswa fakultas seni. Dia belajar disalah satu perguruan tinggi yang khusus dibidang seni. Sosoknya normatif dan sangat religious, pemalu, punya tampang yang mudah diingat orang. Dia dikenal orang yang lugu dan ramah oleh teman-temanya.
Deni berdiri ditrotoar jalan raya disebrang kampusnya. Tangannya melambay ketika sebuah kendaraan angkutan umum lewat dihadapanya. Hari menjelang sore, langit mendung pekat, sepertinya akan hujan deras sore ini. Seperempat perjalanan, angkutan umum mulai dipenuhi penumpang, diantaranya ibu rumah tangga pulang dari pasar, anak SMA pulang sekolah, SPG, karyawan pabrik, dan macam lainnya. Hujan perlahan mulai turun. Kebanyakan dalam angkutan umum adalah wanita. Ada dua orang laki-laki dalam angkutan umum itu, Deni dan sopir angkotnya. Langit semakin gelap dan hujan pun deras sekali diiringi angin yang sangat kencang, sehingga semua penumpang panik. Tetapi tidak bagi Deni, karena malu, sebagai satu-satunya laki-laki yang ada dalam angkot itu. Semua jendela angkot ditutup, menghindari masuknya air dan angin kedalam angkot yang begitu buas menghantam setiap sisi dari bagian angkutan umum itu. Tak lama salah satu penumpang turun karena sudah sampai pada tujuannya, dari sini lah perut Deni mulai merasa tidak nyaman.
 “haduh sial perut mules lagi.gawat,,”ujar Deni dalam hatinya.
 Hujan semakin deras beserta angin yang makin kencang, semakin terasa melilit pula perut Deni, mulai tegang dan mulai tidak enak duduk. Seperti ibaratnya ada ikan lele yang berantem dalam perut nya.
berekbek berekbek,,,burukbuk bururkbuk,,.” perut Deni berbunyi.
Semua penumpang wanita sibuk dengan rumpian nya, sementara deni duduk kaku, sedikit demi sedikit keringat keluar dari tubuhnya, karena dia sudah tidak kuat menahan gas belerang (H2S) yang akan keluar dari lubang anusnya, atau lebih dikenal dengan sebutan kentut. Deni ingat hal apa yang ia lakukan sebelum naik angkot. Dia memakan kripik pedas yang ia beli dari temannya, yang bahan dasar nya adalah jengkol, merica ,cabe dan pecin. Setelah ia sadar,  dia berpikir akan terjadi kiamat besar dalam angkot itu. Ia tahu bahwa kentutnya akan menyebarkan aroma yamg tidak enak, tapi apalah daya. Ada dua pilihan untuk Deni, menahan keluar kentutnya hingga akan menyebabkannya menjadi penyakit, atau mengeluarkannya, sehingga semua penumpang dalam angkot merasa tidak nyaman dan marah-marah akibat bau yang ditimbulkannya. Begitulah dilema dalam benak Deni. Hingga tibalah pada pilihan itu, pada saat-saat yang tidak diinginkan.
“ceus,,,ceus,,!!” kentut itu keluar dari pantat Deni tidak dengan bunyi yang keras.
Kentut seperti inilah yang baunya sudah tidak diragukan lagi. Aromanya langsung menyebar keseluruh ruang angkutan umum yang keadaannya sedang tertutup rapat ini. Hasilnya semua penumpang geger dengan baunya. Semua penumpang mulai menutup hidung, dan saling melirik sinis satu sama lain. Seisi ruangan pengap.
            “haduh ni kentut bau nya mantap amat ya,” kata sopir angkot dengan nada seperti menyindir.
            “iya. Siapa sih ni yang kentut gak sopan banget”. Tandas seorang ibu tua.
Tidak ada yang menjawab. Semuanya diam dan berusaha sekuat mungkin untuk tak menghirip bau itu. Sementara hujan deras mulai surut. Deni pura-pura merasa sangat terganggu dengan bau ini. Kerana dirinya takut ketahuan bahwa dirinya lah yang mengeluarkan bau tersebut. Terlihat seorang penumpang wanita berseragam sekolah wajahnya memerah karna ingin muntah. Deni semakin merasa tidak tega melihat penumapang angkot ini tersiksa oleh bau kentutnya.
            “maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini”. Ujar deni dalam hatinya.
            “kiri depan, kiri!! Berhenti!!!” kata salah seorang penumpang.
Angkot berhenti, pintu angkot dibuka dan seseorang tadi turun lalu memberikan ongkos pada pak sopir. Setelah satu penumpang tadi turun pak sopir tancap gas lagi.
            “berhenti, berhenti!!! Kiri , kiri!!!!”. Semua penumpang seraya menandaskan kapada pak sopir.
Semua penumpang ikut keluar dari angkot setelah penumpang tadi. Deni pun ikut keluar. Kebanyakan dari mereka belum sampai pada tempat tujuannya. Karena kecewa mereka membayar ongkos setengahnya.
“lho kenapa pada turun ??” . kata pak sopir dengan kaget.
“habis angkotnya bau kentut sih!! Ia pak sopir. Kita gak kuat sama baunya. Yo kita naik angkot lain aja”. Kata beberapa penumpang sembari meninggalkan angkot itu.
“wah sial ni. Gila tuh orang yang kentut. Bikin ancur usaha orang aja”. Ujar pak sopir sambil kembali menancapkan gas.
Deni yang belum jauh dari tempat berhenti tadi,  tak sengaja mendengar pak sopir menggerutu. Dia merasa iba, karena dia lah pelaku sialnya. Semoga kejadian sperti ini tak terulang lagi. Kentut ini adalah kenikmatan dari Tuhan, tak semestinya menjadi penyebab perselisihan. Bagaimana jika momen itu terjadi pada saya atau anda?. 

(mohon minta komen atas cerpen saya!!)